Mahasiswa Unesa Isi Diklat Guru di SD Negeri 222 Gresik, Perkenalkan Wordwall sebagai Media Belajar Interaktif
Kontributor : Bu Dini
Gresik, 12 September 2026 Sebagai bagian dari pelaksanaan program kerja, Kartika Oktaviani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Surabaya (Unesa), mendapat kesempatan untuk menjadi narasumber dalam kegiatan diklat (pendidikan dan pelatihan) yang diselenggarakan di UPT SD Negeri 222 Gresik. Kegiatan tersebut diikuti oleh Bapak dan Ibu guru yang berada di lingkungan SD Negeri 222 Gresik.
Pelaksanaan diklat ini menjadi salah satu kesempatan untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan pendidikan. Kehadiran mahasiswa sebagai narasumber juga memberikan ruang bagi para guru untuk memperoleh wawasan mengenai salah satu media pembelajaran digital yang dapat digunakan dalam proses belajar-mengajar. Materi yang disampaikan diarahkan pada pemanfaatan teknologi secara praktis sehingga dapat dikaitkan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, Kartika Oktaviani membawakan materi bertajuk “Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital: Wordwall sebagai Media Pembelajaran Interaktif.” Materi ini disampaikan sebagai upaya untuk mengenalkan sekaligus meningkatkan pemahaman para guru mengenai penggunaan teknologi digital dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik, bervariasi, dan interaktif bagi siswa.
Pemanfaatan media pembelajaran digital menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih beragam. Melalui media yang bersifat interaktif, guru dapat menyajikan aktivitas pembelajaran dengan pendekatan yang berbeda dari penyampaian materi secara konvensional. Dalam konteks tersebut, Wordwall diperkenalkan sebagai salah satu pilihan platform yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas belajar di kelas.
Wordwall merupakan salah satu platform pembelajaran digital yang memungkinkan pengajar membuat kuis, permainan edukatif, serta berbagai aktivitas interaktif lainnya dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Beragam bentuk aktivitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyampaian materi sekaligus memberikan variasi dalam kegiatan belajar siswa.
Dalam materi yang diberikan, para guru tidak hanya diperkenalkan pada fungsi Wordwall secara umum, tetapi juga diajak memahami tahapan penggunaannya. Proses tersebut mencakup pembuatan akun, penyusunan atau pembuatan konten pembelajaran, hingga penerapan media yang telah dibuat dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas. Dengan demikian, peserta memperoleh gambaran mengenai penggunaan Wordwall dari tahap awal sampai pemanfaatannya sebagai media pembelajaran.
Pengenalan terhadap tahapan penggunaan tersebut diharapkan dapat membantu guru memahami bahwa media digital tidak hanya digunakan sebagai pelengkap pembelajaran. Media seperti Wordwall juga dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan aktivitas yang lebih interaktif dan memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan belajar-mengajar yang berlangsung di kelas.
Kegiatan diklat mendapat sambutan antusias dari para peserta. Bapak dan Ibu guru tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai konsep dan penggunaan Wordwall secara teori, tetapi juga diberi kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung. Peserta diajak mencoba membuat media pembelajaran menggunakan platform tersebut sehingga materi yang diterima tidak berhenti pada pemahaman secara teori.
Praktik langsung menjadi bagian penting dalam kegiatan ini karena para guru dapat mencoba sendiri tahapan pembuatan media pembelajaran digital. Melalui pengalaman tersebut, peserta dapat memahami proses penggunaan Wordwall secara lebih konkret. Hasil praktik yang dilakukan juga dapat menjadi bekal untuk mengembangkan aktivitas pembelajaran yang nantinya dapat diterapkan dalam kegiatan belajar-mengajar sehari-hari di SD Negeri 222 Gresik.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka selama proses penyampaian materi dan praktik. Kegiatan tidak hanya berlangsung dalam bentuk pemaparan satu arah, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengenal dan mencoba media pembelajaran secara langsung. Pola kegiatan seperti ini memungkinkan pengetahuan yang diperoleh selama diklat lebih dekat dengan kebutuhan praktik pembelajaran di sekolah.
Kepala UPT SD Negeri 222 Gresik, Ibu Sari Novita, S.T., turut menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan diklat mengenai Wordwall memberikan wawasan baru kepada para guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif bagi anak-anak. “Kami sangat berterima kasih atas kegiatan diklat ini. Materi mengenai Wordwall memberikan wawasan baru bagi kami para guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif bagi anak-anak. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan di kelas masing-masing,” tuturnya.
Apresiasi tersebut menunjukkan bahwa pengenalan media pembelajaran digital dipandang dapat memberikan tambahan wawasan bagi guru dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran. Pengetahuan yang diperoleh melalui diklat diharapkan tidak hanya berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat dilanjutkan melalui penerapan dan pengembangan di kelas sesuai dengan kebutuhan masing-masing guru.
Melalui program kerja ini, para guru di SD Negeri 222 Gresik diharapkan memperoleh manfaat nyata dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan kreatif. Pengenalan terhadap Wordwall menjadi salah satu langkah untuk memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam proses pendidikan, khususnya dalam menciptakan aktivitas belajar yang lebih interaktif.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung guru dalam mengikuti perkembangan teknologi pendidikan yang terus berkembang. Pemanfaatan media digital secara tepat dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih bervariasi dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan pendidikan saat ini.
Dengan adanya kegiatan diklat dan praktik penggunaan Wordwall tersebut, pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh para peserta diharapkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam pembelajaran di kelas masing-masing. Program kerja ini pada akhirnya diharapkan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan selaras dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Post a Comment